Dalam suatu perkumpulan yang sedang membahas problematika kehidupan sekarang dan masa akan datang dalam rangka upaya pencarian solusi, salah satu nara sumber memberikan pertanyaan kepada para anggota “apa yang anda inginkan dalam kehidupan ini sekarang dan juga nanti ?” kebanyakan orang menjawab bahwa keinginannya adalah keberhasilan (sukses) di dunia dan di akhirat. Merujuk pada permasalahan tersebut, tentu haruslah mempunyai cara dan strategi guna menggali keberhasilan yang diinginkan.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah menanamkan tekad yang kuat dan didasari dengan ilmu sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan tersebut. Seorang tukang besi dalam membuat peralatan dari besi menggunakan tekadnya dalam melakukan pekerjaannya. Agar mendapat hasil yang baik dari pekerjaannya, besi dibakar terlebih dahulu sampai mengeluarkan bara, kemudian ditumbuk sekuat mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kalaupun tanpa didasari dengan tekad yang kuat, tentu kita akan berpikir untuk apa bersusah payah memukuli besi dalam keadaan yang panas, tentu lebih baik duduk, diam, atau yang lain agar tidak merasakan kesusahpayahan.
Begitu juga dengan orang yang berkeinginan mendapatkan kesuksesan dalam akhirat (dalam arti mendapatkan ridlo Allah SWT. sehingga mendapatkan surga-Nya), dalam keadaan bekerja untuk mendapatkan uang, ketika mendengar panggilan sholat dikumandangkan tentu akan segera bergegas untuk menunaikan sholat sebagai kewajibannya kepada sang kholiq. Ketika terlelap dalam tidur berselimutkan kain yang hangat dan keadaan yang dingin serta mata sulit untuk di buka, juga agan segera beranjak dari tempat tidur untuk menunaikan kewajiban sholat subuh. Begitu seterusnya dilakukan dalam menunaikan kewajiban sebagai hamba dari sang maha agung.
Tidak ketinggalan juga, untuk menambah amalan-amalan wajib yang telah dilakukan masih menambah dengan amalan-amalan sunnah, salah satunya adalah dalam keadaan malam yang dingin, lelap dalam tidurnya, hangat dalam seliimutnya, kemudian bangun dan beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil air wudlu’ untuk melaksanakan sholat malam, bermunajat, memohon ampunan, menetesan air mata kepada yang Maha Perkasa, Maha Pengampun, yang menjadikan hidup dan mati serta yang menguasai seluruh isi alam, hanya untuk memohon ridlo dan ampunan-Nya. Hal seperti itu jika tanpa didasari dengan tekad yang kuat tentu akan timbul kemalasan yang terus membisiki pikiran kita untuk tidak melakukannya. Dalam keadaan dingin, mengantuk, payah, serta berada dalam peraduan yang empuk, kita harus beranjak dan membasuh muka dengan tetesan air yang begitu dingin, yang terlintas dalam benak kita adalah sebentar lagi, sebentar lagi, masih ngantuk, masih dingin, besok harus bekerja pagi-pagi, dan masih segudang alasan yang menggerogoti pikiran dan hati kita sehingga timbul kemalasan yang teramat sangat.
Semangat dan tekad yang kuat serta didasari dengan ilmu akan mampu merobohkan benteng kemalasan, melelehkan baja keputus-asaan dengan semangat dan tekad yang membara. Raih keberhasilan dan kesuksan dalam dunia dan akhirat dengan menjalani dan berusaha meraihnya dengan tekad dan semangat yang didasari dengan ilmu dan hanya mendasarkan tujuan untuk meraih ridloh dari sang Maha Agung yang menguasai seluruh isi langit dan bumi yaitu Allah SWT.
Wallohua’lam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar