Senin, 26 April 2010

KETENANGAN HATI

Setiap orang pasti dilanda oleh permasalahan, tak peduli yang kecil, yang muda, atau yang tua. Sejak manusia dilahirkan, dalam proses pertumbuhan, tiap waktu, selama dalam hidupnya manusia selalu dirundung oleh permasalahan. Begitu kompleknya permasalahan yang dihadapi manusia yang satu dengan yang lain tentu berbeda. Tingkat permasalahan yang dihadapi manusia juga berbeda-beda. Semua orang dari segala lapisan akan merasakan dan dihadang oleh permasalahan.
Seorang pemimpin atau pejabat pemerintah akan menghadapi permasalahan dengan bawahannya, relasinya, pesaing dalam peningkatan karirnya, masyarakat yang begitu komplek dari segala jenis kelompok sosialnya, yang juga beragam dalam segi pandangan dan ide. Juga tidak sedikit masyarakat yang pro atau kontra dengan nya. Selain permasalahan tersebut, ada juga permasalahan yang berhubungan dengan hal pribadi, keluarga, anak istri, tetangga, dan masyarakat sekitar.
Seorang pengusaha akan berhadapan dengan pesaing bisnisnya, kenaikan bahan baku untuk produksi, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan lain sebagainya. Seorang guru akan dihadapkan dengan problem kegiatan belajar mengajar di sekolah, murid yang menjengkelkan, tuntutan dalam menambah pengetahuan untuk peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliikinya, teman sejawat yang menjadi pesaing dalam karir, kejenuhan dengan kegiatan sehari-hari yang selalu dihadapkan dalam permasalahan yang sama dalam keseharian. Rakyat jelata akan didadapkan dengan permasalahan kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa berubah setiap saat, kenaikan harga bahan-bahan pokok makanan.
Anak-anak dihadapkan dengan pengetahuan baru yang perlu diadaptasikan dalam kehidupannya, mencoba ini salah, itu salah, tentu juga merupakan permasalahan yang tak sepele bagi mereka. Yang muda dihadang oleh pemikiran orang tua yang dinilainya tidak sejalan dengan pemikiran perkembangan zaman, sehingga menganggap mereka kolot, ketingggalan zaman. Selain itu mereka dihadapkan dengan permasalah yang membawa dirinya dalam perubahan dari anak-anak ke dewasa, sehingga perlu adanya kemandirian dalam menjalani hidup, membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih meningkat. Golongan tua akan merasa was-was dengan anak-anak mereka yang tidak segera mendapatkan pekerjaan, dengan bertambahnya usia yang semakin menua, akan merasa gelisa takut untuk tidak mampu bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan lain sebagainya.
Selain permasalahan tersebut, masih banyak lagi permasalahan yang selalu mengiringi dalam perjalanan hidupnya. Dari segi sosial, ekonomi, pribadi, karir, jabatan, dan lain sebagainya. Dimanapun manusia berada, kapan pun waktunya, selalu tidak dapat menghindar dari permasalahan tersebut.
Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak sedikit manusia yang mengalami depresi, stres, putus asa, yang akhirnya berakhir dengan hal perbuatan yang negatif. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dihadang permasalahan yang semakin komplek dan rumit malah akan menjadikan sebagai jembatan dalam mencapai kedewasaan yang membawa kenikmatan dan perbuatan yang lebih positif.
Untuk itu, apabila kita telah dirundung permasalahan yang begitu komplek, menyesakkan dada, menyempitkan pikiran dan pandangan, kembalikan segala persoalan tersebut kepada hati kita, datang dan minta pertolongan hanya kepada Allah, banyak-banyaklah untuk mengingat Allah SWT.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang (QS. Ar-Ra’d : 28)”. Sebut nama-Nya dengan berdzikir setiap saat, setiap waktu, basahi bibir ini dengan asma Allah SWT. yang Maha Agung, sirami hati dan jiwa ini dengan senantiasa menyebut nama-Nya. Semakin sering kita membasuh pikiran, hati, dan jiwa ini dengan siraman sejuk asma sang Maha Agung, maka semakin semakin bersih pula pikiran, hati, dan jiwa dari persoalan yang menyesakkan dada, dari pakaian kesombongan yang tiada berguna dan menjerumuskan kita kedalam jurang kehancuran serta kenistaan.
Semakin banyak mengingat Allah SWT. pikiran semakin terbuka, hati semakin tentram, jiwa semakin bahagia, nurani semakin damai sentausa. Dengan perpaduan kondisi pikiran, hati, jiwa, dan nurani yang seperti itu, akan mudahkan pikiran bekerja sama dengan hati dalam mencari solusi yang lebih bijaksana dan terarah dalam menyelesaikan permasalahan. Hati akan senantiasa memberikan solusi terbaik dan kemudian direalisasikan lewat pikiran, sehingga tindakan yang dilakukan benar-benar semata karena adanya hidayah dari Allah SWT. dan segala permasalahan yang terjadi memang datang dan sudah terencana atas kehendak-Nya. Dengan kesadaran dan selalu ingat dan membasuh hati dengan dzikir kepada-Nya lah yang mengakibatkan ketenangan dan ketentraman jiwa.
Wallohua’lam.

Tidak ada komentar: