Dr. ‘Aidh al-Qarni mengatakan bahwa “Ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh, dan bahan bakar bagi tabiat”. Dalam arti bahwa tanpa ilmu hati nurani akan gelap, sedangkan dapat kita bayangkan seandainya kita berjalan dalam keadaan gelap gulita, langkah tak terarah, tujuan tak pasti, bisa-bisa kaki terpelosok ke dalam lubang atau tersandung batu, dan akhirnya akan membawa kita ke dalam jurang kehancuran.
Begitu juga dengan hati, apabila tanpa adanya cahaya ilmu, tentu akan merasa gersang, selalu dalam kebimbangan, dalam menentukan keputusan. Sebaliknya, dengan ilmu hati akan merasa bahagia, tentram, dan damai. Karena dengan ilmu pengetahuan manusia akan menemukan hal-hal baru, menyingkap yang tersembunnyi, menemukan yang dicari, membawa kesuksesan kepada yang di cita-citakan , dan akan mengobati hati manusia yang pada dasarnya ingin selalu pada sesuatu hal yang lebih baik dan menarik.
“Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri cina”. Dalam upaya untuk meraih impian dan harapan sukses hal yang perlu dilakukan adalah dengan belajar, menuntut ilmu dengan tekun, sabar, ikhlas, sehingga benar-benar menjadi ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu pengetahun dan keimanan, Allah SWT. akan mengangkat derajat seseorang di atas beberapa derajat dari oaring lain.
Selain mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan dalam dunia, dengan ilmu juga akan membawa kesuksesan dalam akhirat. Karena untuk mendapatkan ridlo Allah SWT. manusia juga harus menjalankan syariat yang telah ditetapkan dengan ilmu. Ketika kita mau sholat, kita juga harus mengerti syarat sahnya dalam sholat, sehingga ibadah kita diterima dan mendapat Ridloh-Nya. Ketika kita akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, kita juga perlu memahami situasi dan kondisi masyarakat sekitar pula, agar tidak terjadi salah faham dalam pergaulan, itu semua juga membutuhkan ilmu, ilmu sosial yang mengajarkan tata-cara berinteraksi sosial dengan sesama manusia.
“Bacalah dengan nama Rabb-mu Yang menciptan” (QS. Al-‘Alaq : 1). Semakin pandai kita dalam membaca situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita, tentu juga semakin muda kita untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan keadaan sekitar pula. Semakin mudah kita beradaptasi dengan keadaan sekitar, juga semakin mudah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar