Impian setiap manusia adalah keberhasilan, berhasil dalam bidang karir, pendidikan, ekonomi, kepemimpinan, bahkan dalam segala hal. Sifat tersebut sudah menjadi bawaan dalam setiap manusia, perasaan kurang dan ingin yang lebih baik selalu mengiringi dalam setiap pemikiran dan perjalanan hidupnya. Pemasalahannya, setiap keinginan tersebut tidaklah akan terkabul datang dengan sendiri, dalam arti tanpa usaha atau hanya dengan sedikit usaha bisa mendatangkan keberhasilan sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk menuju ke arah sana, diperlukan usaha, perjuangan, dan perjalanan yang sangat panjang. Seorang pemusik terkenal yang sukses pun mengawali karirnya dari bawah, berangkat dari belajar dengan keras untuk menghasilkan nuansa musik yang indah dan disukai oleh masyarakat, harus bersaing dengan teman seprofesinya yang juga berkeinginan untuk sukses. Dalam menempuh perjalanannya juga tidak sedikit yang mengalami kegagalan.
Contoh yang lebih utama adalah keteladanan Rosulullah Muhammad SAW., beliau dalam menjalankan dakwahnya mengajak umat dari kesesatan yang nyata menuju jalan terang yang senantiasa diridloi oleh Allah SWT. yaitu Agama Islam. “Sesungguhnya agama yang diridloi oleh Allah SWT. adalah agama Islam” (QS. ) begitu pedih perjalan dan perjuangannya. Golongan atau pribadi yang memusuhinnya juga begitu banyak, tapi beliau pantang dalam menyerah, sekalipun darah yang harus diteteskan dalam medan perang beliau tetap menjalaninya tanpa ada rasa menyerah dan putus asah.
Senin, 26 April 2010
SELALU MENGHARAP RIDLO ALLAH SWT
Dalam meraih kesuksesan yang selalu dicita-citakan senantiasa memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sepele, memeras pikiran, tenaga, dan biaya. Ketika kita ingin menjadi seorang pemusik yang handal, tentu juga tidak semudah yang diinginkan, melainkan harus mengeluarkan seluruh kemampuan bakat, biaya, juga kerja keras untuk dapat mencapainya. Atau ketika kita ingin menjadi seorang dokter, kita juga dituntut untuk bekerja keras memeras pikiran, tenaga, dan juga biaya.
Bukan hanya itu, bahkan setiap dari kita dalam rangka untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, pasti dituntut untuk dapat mengoptimalkan kempuan kita sebagai landasan utama dalam berpijak menuju kesuksesan. Maka dari itu, sudah seharusnya bila kita senantiasa untuk selalu memprogram (merancang) niat dan cita-cita kita, kemudian melaksanakan program tersebut dengan penuh keyakinan serta kerja keras dalam menjalankannya.
Bukan hanya itu, bahkan setiap dari kita dalam rangka untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, pasti dituntut untuk dapat mengoptimalkan kempuan kita sebagai landasan utama dalam berpijak menuju kesuksesan. Maka dari itu, sudah seharusnya bila kita senantiasa untuk selalu memprogram (merancang) niat dan cita-cita kita, kemudian melaksanakan program tersebut dengan penuh keyakinan serta kerja keras dalam menjalankannya.
KETENANGAN HATI
Setiap orang pasti dilanda oleh permasalahan, tak peduli yang kecil, yang muda, atau yang tua. Sejak manusia dilahirkan, dalam proses pertumbuhan, tiap waktu, selama dalam hidupnya manusia selalu dirundung oleh permasalahan. Begitu kompleknya permasalahan yang dihadapi manusia yang satu dengan yang lain tentu berbeda. Tingkat permasalahan yang dihadapi manusia juga berbeda-beda. Semua orang dari segala lapisan akan merasakan dan dihadang oleh permasalahan.
Seorang pemimpin atau pejabat pemerintah akan menghadapi permasalahan dengan bawahannya, relasinya, pesaing dalam peningkatan karirnya, masyarakat yang begitu komplek dari segala jenis kelompok sosialnya, yang juga beragam dalam segi pandangan dan ide. Juga tidak sedikit masyarakat yang pro atau kontra dengan nya. Selain permasalahan tersebut, ada juga permasalahan yang berhubungan dengan hal pribadi, keluarga, anak istri, tetangga, dan masyarakat sekitar.
Seorang pengusaha akan berhadapan dengan pesaing bisnisnya, kenaikan bahan baku untuk produksi, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan lain sebagainya. Seorang guru akan dihadapkan dengan problem kegiatan belajar mengajar di sekolah, murid yang menjengkelkan, tuntutan dalam menambah pengetahuan untuk peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliikinya, teman sejawat yang menjadi pesaing dalam karir, kejenuhan dengan kegiatan sehari-hari yang selalu dihadapkan dalam permasalahan yang sama dalam keseharian. Rakyat jelata akan didadapkan dengan permasalahan kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa berubah setiap saat, kenaikan harga bahan-bahan pokok makanan.
Anak-anak dihadapkan dengan pengetahuan baru yang perlu diadaptasikan dalam kehidupannya, mencoba ini salah, itu salah, tentu juga merupakan permasalahan yang tak sepele bagi mereka. Yang muda dihadang oleh pemikiran orang tua yang dinilainya tidak sejalan dengan pemikiran perkembangan zaman, sehingga menganggap mereka kolot, ketingggalan zaman. Selain itu mereka dihadapkan dengan permasalah yang membawa dirinya dalam perubahan dari anak-anak ke dewasa, sehingga perlu adanya kemandirian dalam menjalani hidup, membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih meningkat. Golongan tua akan merasa was-was dengan anak-anak mereka yang tidak segera mendapatkan pekerjaan, dengan bertambahnya usia yang semakin menua, akan merasa gelisa takut untuk tidak mampu bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan lain sebagainya.
Selain permasalahan tersebut, masih banyak lagi permasalahan yang selalu mengiringi dalam perjalanan hidupnya. Dari segi sosial, ekonomi, pribadi, karir, jabatan, dan lain sebagainya. Dimanapun manusia berada, kapan pun waktunya, selalu tidak dapat menghindar dari permasalahan tersebut.
Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak sedikit manusia yang mengalami depresi, stres, putus asa, yang akhirnya berakhir dengan hal perbuatan yang negatif. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dihadang permasalahan yang semakin komplek dan rumit malah akan menjadikan sebagai jembatan dalam mencapai kedewasaan yang membawa kenikmatan dan perbuatan yang lebih positif.
Untuk itu, apabila kita telah dirundung permasalahan yang begitu komplek, menyesakkan dada, menyempitkan pikiran dan pandangan, kembalikan segala persoalan tersebut kepada hati kita, datang dan minta pertolongan hanya kepada Allah, banyak-banyaklah untuk mengingat Allah SWT.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang (QS. Ar-Ra’d : 28)”. Sebut nama-Nya dengan berdzikir setiap saat, setiap waktu, basahi bibir ini dengan asma Allah SWT. yang Maha Agung, sirami hati dan jiwa ini dengan senantiasa menyebut nama-Nya. Semakin sering kita membasuh pikiran, hati, dan jiwa ini dengan siraman sejuk asma sang Maha Agung, maka semakin semakin bersih pula pikiran, hati, dan jiwa dari persoalan yang menyesakkan dada, dari pakaian kesombongan yang tiada berguna dan menjerumuskan kita kedalam jurang kehancuran serta kenistaan.
Semakin banyak mengingat Allah SWT. pikiran semakin terbuka, hati semakin tentram, jiwa semakin bahagia, nurani semakin damai sentausa. Dengan perpaduan kondisi pikiran, hati, jiwa, dan nurani yang seperti itu, akan mudahkan pikiran bekerja sama dengan hati dalam mencari solusi yang lebih bijaksana dan terarah dalam menyelesaikan permasalahan. Hati akan senantiasa memberikan solusi terbaik dan kemudian direalisasikan lewat pikiran, sehingga tindakan yang dilakukan benar-benar semata karena adanya hidayah dari Allah SWT. dan segala permasalahan yang terjadi memang datang dan sudah terencana atas kehendak-Nya. Dengan kesadaran dan selalu ingat dan membasuh hati dengan dzikir kepada-Nya lah yang mengakibatkan ketenangan dan ketentraman jiwa.
Wallohua’lam.
Seorang pemimpin atau pejabat pemerintah akan menghadapi permasalahan dengan bawahannya, relasinya, pesaing dalam peningkatan karirnya, masyarakat yang begitu komplek dari segala jenis kelompok sosialnya, yang juga beragam dalam segi pandangan dan ide. Juga tidak sedikit masyarakat yang pro atau kontra dengan nya. Selain permasalahan tersebut, ada juga permasalahan yang berhubungan dengan hal pribadi, keluarga, anak istri, tetangga, dan masyarakat sekitar.
Seorang pengusaha akan berhadapan dengan pesaing bisnisnya, kenaikan bahan baku untuk produksi, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan lain sebagainya. Seorang guru akan dihadapkan dengan problem kegiatan belajar mengajar di sekolah, murid yang menjengkelkan, tuntutan dalam menambah pengetahuan untuk peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliikinya, teman sejawat yang menjadi pesaing dalam karir, kejenuhan dengan kegiatan sehari-hari yang selalu dihadapkan dalam permasalahan yang sama dalam keseharian. Rakyat jelata akan didadapkan dengan permasalahan kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa berubah setiap saat, kenaikan harga bahan-bahan pokok makanan.
Anak-anak dihadapkan dengan pengetahuan baru yang perlu diadaptasikan dalam kehidupannya, mencoba ini salah, itu salah, tentu juga merupakan permasalahan yang tak sepele bagi mereka. Yang muda dihadang oleh pemikiran orang tua yang dinilainya tidak sejalan dengan pemikiran perkembangan zaman, sehingga menganggap mereka kolot, ketingggalan zaman. Selain itu mereka dihadapkan dengan permasalah yang membawa dirinya dalam perubahan dari anak-anak ke dewasa, sehingga perlu adanya kemandirian dalam menjalani hidup, membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih meningkat. Golongan tua akan merasa was-was dengan anak-anak mereka yang tidak segera mendapatkan pekerjaan, dengan bertambahnya usia yang semakin menua, akan merasa gelisa takut untuk tidak mampu bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan lain sebagainya.
Selain permasalahan tersebut, masih banyak lagi permasalahan yang selalu mengiringi dalam perjalanan hidupnya. Dari segi sosial, ekonomi, pribadi, karir, jabatan, dan lain sebagainya. Dimanapun manusia berada, kapan pun waktunya, selalu tidak dapat menghindar dari permasalahan tersebut.
Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak sedikit manusia yang mengalami depresi, stres, putus asa, yang akhirnya berakhir dengan hal perbuatan yang negatif. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dihadang permasalahan yang semakin komplek dan rumit malah akan menjadikan sebagai jembatan dalam mencapai kedewasaan yang membawa kenikmatan dan perbuatan yang lebih positif.
Untuk itu, apabila kita telah dirundung permasalahan yang begitu komplek, menyesakkan dada, menyempitkan pikiran dan pandangan, kembalikan segala persoalan tersebut kepada hati kita, datang dan minta pertolongan hanya kepada Allah, banyak-banyaklah untuk mengingat Allah SWT.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang (QS. Ar-Ra’d : 28)”. Sebut nama-Nya dengan berdzikir setiap saat, setiap waktu, basahi bibir ini dengan asma Allah SWT. yang Maha Agung, sirami hati dan jiwa ini dengan senantiasa menyebut nama-Nya. Semakin sering kita membasuh pikiran, hati, dan jiwa ini dengan siraman sejuk asma sang Maha Agung, maka semakin semakin bersih pula pikiran, hati, dan jiwa dari persoalan yang menyesakkan dada, dari pakaian kesombongan yang tiada berguna dan menjerumuskan kita kedalam jurang kehancuran serta kenistaan.
Semakin banyak mengingat Allah SWT. pikiran semakin terbuka, hati semakin tentram, jiwa semakin bahagia, nurani semakin damai sentausa. Dengan perpaduan kondisi pikiran, hati, jiwa, dan nurani yang seperti itu, akan mudahkan pikiran bekerja sama dengan hati dalam mencari solusi yang lebih bijaksana dan terarah dalam menyelesaikan permasalahan. Hati akan senantiasa memberikan solusi terbaik dan kemudian direalisasikan lewat pikiran, sehingga tindakan yang dilakukan benar-benar semata karena adanya hidayah dari Allah SWT. dan segala permasalahan yang terjadi memang datang dan sudah terencana atas kehendak-Nya. Dengan kesadaran dan selalu ingat dan membasuh hati dengan dzikir kepada-Nya lah yang mengakibatkan ketenangan dan ketentraman jiwa.
Wallohua’lam.
TEKAD YANG MEMBAJA DIDASARI DENGAN ILMU
Dalam suatu perkumpulan yang sedang membahas problematika kehidupan sekarang dan masa akan datang dalam rangka upaya pencarian solusi, salah satu nara sumber memberikan pertanyaan kepada para anggota “apa yang anda inginkan dalam kehidupan ini sekarang dan juga nanti ?” kebanyakan orang menjawab bahwa keinginannya adalah keberhasilan (sukses) di dunia dan di akhirat. Merujuk pada permasalahan tersebut, tentu haruslah mempunyai cara dan strategi guna menggali keberhasilan yang diinginkan.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah menanamkan tekad yang kuat dan didasari dengan ilmu sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan tersebut. Seorang tukang besi dalam membuat peralatan dari besi menggunakan tekadnya dalam melakukan pekerjaannya. Agar mendapat hasil yang baik dari pekerjaannya, besi dibakar terlebih dahulu sampai mengeluarkan bara, kemudian ditumbuk sekuat mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kalaupun tanpa didasari dengan tekad yang kuat, tentu kita akan berpikir untuk apa bersusah payah memukuli besi dalam keadaan yang panas, tentu lebih baik duduk, diam, atau yang lain agar tidak merasakan kesusahpayahan.
Begitu juga dengan orang yang berkeinginan mendapatkan kesuksesan dalam akhirat (dalam arti mendapatkan ridlo Allah SWT. sehingga mendapatkan surga-Nya), dalam keadaan bekerja untuk mendapatkan uang, ketika mendengar panggilan sholat dikumandangkan tentu akan segera bergegas untuk menunaikan sholat sebagai kewajibannya kepada sang kholiq. Ketika terlelap dalam tidur berselimutkan kain yang hangat dan keadaan yang dingin serta mata sulit untuk di buka, juga agan segera beranjak dari tempat tidur untuk menunaikan kewajiban sholat subuh. Begitu seterusnya dilakukan dalam menunaikan kewajiban sebagai hamba dari sang maha agung.
Tidak ketinggalan juga, untuk menambah amalan-amalan wajib yang telah dilakukan masih menambah dengan amalan-amalan sunnah, salah satunya adalah dalam keadaan malam yang dingin, lelap dalam tidurnya, hangat dalam seliimutnya, kemudian bangun dan beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil air wudlu’ untuk melaksanakan sholat malam, bermunajat, memohon ampunan, menetesan air mata kepada yang Maha Perkasa, Maha Pengampun, yang menjadikan hidup dan mati serta yang menguasai seluruh isi alam, hanya untuk memohon ridlo dan ampunan-Nya. Hal seperti itu jika tanpa didasari dengan tekad yang kuat tentu akan timbul kemalasan yang terus membisiki pikiran kita untuk tidak melakukannya. Dalam keadaan dingin, mengantuk, payah, serta berada dalam peraduan yang empuk, kita harus beranjak dan membasuh muka dengan tetesan air yang begitu dingin, yang terlintas dalam benak kita adalah sebentar lagi, sebentar lagi, masih ngantuk, masih dingin, besok harus bekerja pagi-pagi, dan masih segudang alasan yang menggerogoti pikiran dan hati kita sehingga timbul kemalasan yang teramat sangat.
Semangat dan tekad yang kuat serta didasari dengan ilmu akan mampu merobohkan benteng kemalasan, melelehkan baja keputus-asaan dengan semangat dan tekad yang membara. Raih keberhasilan dan kesuksan dalam dunia dan akhirat dengan menjalani dan berusaha meraihnya dengan tekad dan semangat yang didasari dengan ilmu dan hanya mendasarkan tujuan untuk meraih ridloh dari sang Maha Agung yang menguasai seluruh isi langit dan bumi yaitu Allah SWT.
Wallohua’lam.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah menanamkan tekad yang kuat dan didasari dengan ilmu sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan tersebut. Seorang tukang besi dalam membuat peralatan dari besi menggunakan tekadnya dalam melakukan pekerjaannya. Agar mendapat hasil yang baik dari pekerjaannya, besi dibakar terlebih dahulu sampai mengeluarkan bara, kemudian ditumbuk sekuat mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kalaupun tanpa didasari dengan tekad yang kuat, tentu kita akan berpikir untuk apa bersusah payah memukuli besi dalam keadaan yang panas, tentu lebih baik duduk, diam, atau yang lain agar tidak merasakan kesusahpayahan.
Begitu juga dengan orang yang berkeinginan mendapatkan kesuksesan dalam akhirat (dalam arti mendapatkan ridlo Allah SWT. sehingga mendapatkan surga-Nya), dalam keadaan bekerja untuk mendapatkan uang, ketika mendengar panggilan sholat dikumandangkan tentu akan segera bergegas untuk menunaikan sholat sebagai kewajibannya kepada sang kholiq. Ketika terlelap dalam tidur berselimutkan kain yang hangat dan keadaan yang dingin serta mata sulit untuk di buka, juga agan segera beranjak dari tempat tidur untuk menunaikan kewajiban sholat subuh. Begitu seterusnya dilakukan dalam menunaikan kewajiban sebagai hamba dari sang maha agung.
Tidak ketinggalan juga, untuk menambah amalan-amalan wajib yang telah dilakukan masih menambah dengan amalan-amalan sunnah, salah satunya adalah dalam keadaan malam yang dingin, lelap dalam tidurnya, hangat dalam seliimutnya, kemudian bangun dan beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil air wudlu’ untuk melaksanakan sholat malam, bermunajat, memohon ampunan, menetesan air mata kepada yang Maha Perkasa, Maha Pengampun, yang menjadikan hidup dan mati serta yang menguasai seluruh isi alam, hanya untuk memohon ridlo dan ampunan-Nya. Hal seperti itu jika tanpa didasari dengan tekad yang kuat tentu akan timbul kemalasan yang terus membisiki pikiran kita untuk tidak melakukannya. Dalam keadaan dingin, mengantuk, payah, serta berada dalam peraduan yang empuk, kita harus beranjak dan membasuh muka dengan tetesan air yang begitu dingin, yang terlintas dalam benak kita adalah sebentar lagi, sebentar lagi, masih ngantuk, masih dingin, besok harus bekerja pagi-pagi, dan masih segudang alasan yang menggerogoti pikiran dan hati kita sehingga timbul kemalasan yang teramat sangat.
Semangat dan tekad yang kuat serta didasari dengan ilmu akan mampu merobohkan benteng kemalasan, melelehkan baja keputus-asaan dengan semangat dan tekad yang membara. Raih keberhasilan dan kesuksan dalam dunia dan akhirat dengan menjalani dan berusaha meraihnya dengan tekad dan semangat yang didasari dengan ilmu dan hanya mendasarkan tujuan untuk meraih ridloh dari sang Maha Agung yang menguasai seluruh isi langit dan bumi yaitu Allah SWT.
Wallohua’lam.
KETENTUAN ALLAH SWT
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”
Sungguh segala sesuatu yang telah dan yang akan terjadi dalam kekuasaan Allah SWT., berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan-Nya. Sangatlah munafik jika kita mengatakan kalau saja aku berbuat seperti ini, pastilah hasilnya akan begini, dan andai saja aku berbuat itu, pasti aku akan dapat seperti itu. Pernahkah kita menyadari bahwa kita harus berusaha, sedangkan ketentuan akhir adalah mutlak kepunyaan Allah saja. Tentunnya sering fikiran kita merasa penat, stress, tersiksa, merasa berontak karena sering berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan rencana dan kehendak kita, pada hal kita telah berusaha sekuat tenaga, mengeluarkan biaya semaksimal mungkin, memeras otak, membanting tulang, tapi hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan kemauan kita, bahkan bisa-bisa gagal total. Kondisi semacam itu haruslah kita sadari dengan se-sadar-sadarnya, harus kita yakini bahwa dibalik semua yang terjadi itu ada kekuasaan Allah SWT. yang maha segalanya, yang Maha Tahu tentang sesuatu yang terbaik bagi makhluk-Nya, yang Maha Kuasa untuk mewujudkan atau sebaliknya untuk makhluk-Nya, hanya kita saja yang tidak memahami dan tidak mengetahui dengan segala kehendak-Nya.
Sungguh segala sesuatu yang telah dan yang akan terjadi dalam kekuasaan Allah SWT., berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan-Nya. Sangatlah munafik jika kita mengatakan kalau saja aku berbuat seperti ini, pastilah hasilnya akan begini, dan andai saja aku berbuat itu, pasti aku akan dapat seperti itu. Pernahkah kita menyadari bahwa kita harus berusaha, sedangkan ketentuan akhir adalah mutlak kepunyaan Allah saja. Tentunnya sering fikiran kita merasa penat, stress, tersiksa, merasa berontak karena sering berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan rencana dan kehendak kita, pada hal kita telah berusaha sekuat tenaga, mengeluarkan biaya semaksimal mungkin, memeras otak, membanting tulang, tapi hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan kemauan kita, bahkan bisa-bisa gagal total. Kondisi semacam itu haruslah kita sadari dengan se-sadar-sadarnya, harus kita yakini bahwa dibalik semua yang terjadi itu ada kekuasaan Allah SWT. yang maha segalanya, yang Maha Tahu tentang sesuatu yang terbaik bagi makhluk-Nya, yang Maha Kuasa untuk mewujudkan atau sebaliknya untuk makhluk-Nya, hanya kita saja yang tidak memahami dan tidak mengetahui dengan segala kehendak-Nya.
ILMU PENGETAHUAN
Dr. ‘Aidh al-Qarni mengatakan bahwa “Ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh, dan bahan bakar bagi tabiat”. Dalam arti bahwa tanpa ilmu hati nurani akan gelap, sedangkan dapat kita bayangkan seandainya kita berjalan dalam keadaan gelap gulita, langkah tak terarah, tujuan tak pasti, bisa-bisa kaki terpelosok ke dalam lubang atau tersandung batu, dan akhirnya akan membawa kita ke dalam jurang kehancuran.
Begitu juga dengan hati, apabila tanpa adanya cahaya ilmu, tentu akan merasa gersang, selalu dalam kebimbangan, dalam menentukan keputusan. Sebaliknya, dengan ilmu hati akan merasa bahagia, tentram, dan damai. Karena dengan ilmu pengetahuan manusia akan menemukan hal-hal baru, menyingkap yang tersembunnyi, menemukan yang dicari, membawa kesuksesan kepada yang di cita-citakan , dan akan mengobati hati manusia yang pada dasarnya ingin selalu pada sesuatu hal yang lebih baik dan menarik.
“Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri cina”. Dalam upaya untuk meraih impian dan harapan sukses hal yang perlu dilakukan adalah dengan belajar, menuntut ilmu dengan tekun, sabar, ikhlas, sehingga benar-benar menjadi ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu pengetahun dan keimanan, Allah SWT. akan mengangkat derajat seseorang di atas beberapa derajat dari oaring lain.
Selain mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan dalam dunia, dengan ilmu juga akan membawa kesuksesan dalam akhirat. Karena untuk mendapatkan ridlo Allah SWT. manusia juga harus menjalankan syariat yang telah ditetapkan dengan ilmu. Ketika kita mau sholat, kita juga harus mengerti syarat sahnya dalam sholat, sehingga ibadah kita diterima dan mendapat Ridloh-Nya. Ketika kita akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, kita juga perlu memahami situasi dan kondisi masyarakat sekitar pula, agar tidak terjadi salah faham dalam pergaulan, itu semua juga membutuhkan ilmu, ilmu sosial yang mengajarkan tata-cara berinteraksi sosial dengan sesama manusia.
“Bacalah dengan nama Rabb-mu Yang menciptan” (QS. Al-‘Alaq : 1). Semakin pandai kita dalam membaca situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita, tentu juga semakin muda kita untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan keadaan sekitar pula. Semakin mudah kita beradaptasi dengan keadaan sekitar, juga semakin mudah
Begitu juga dengan hati, apabila tanpa adanya cahaya ilmu, tentu akan merasa gersang, selalu dalam kebimbangan, dalam menentukan keputusan. Sebaliknya, dengan ilmu hati akan merasa bahagia, tentram, dan damai. Karena dengan ilmu pengetahuan manusia akan menemukan hal-hal baru, menyingkap yang tersembunnyi, menemukan yang dicari, membawa kesuksesan kepada yang di cita-citakan , dan akan mengobati hati manusia yang pada dasarnya ingin selalu pada sesuatu hal yang lebih baik dan menarik.
“Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri cina”. Dalam upaya untuk meraih impian dan harapan sukses hal yang perlu dilakukan adalah dengan belajar, menuntut ilmu dengan tekun, sabar, ikhlas, sehingga benar-benar menjadi ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu pengetahun dan keimanan, Allah SWT. akan mengangkat derajat seseorang di atas beberapa derajat dari oaring lain.
Selain mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan dalam dunia, dengan ilmu juga akan membawa kesuksesan dalam akhirat. Karena untuk mendapatkan ridlo Allah SWT. manusia juga harus menjalankan syariat yang telah ditetapkan dengan ilmu. Ketika kita mau sholat, kita juga harus mengerti syarat sahnya dalam sholat, sehingga ibadah kita diterima dan mendapat Ridloh-Nya. Ketika kita akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, kita juga perlu memahami situasi dan kondisi masyarakat sekitar pula, agar tidak terjadi salah faham dalam pergaulan, itu semua juga membutuhkan ilmu, ilmu sosial yang mengajarkan tata-cara berinteraksi sosial dengan sesama manusia.
“Bacalah dengan nama Rabb-mu Yang menciptan” (QS. Al-‘Alaq : 1). Semakin pandai kita dalam membaca situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita, tentu juga semakin muda kita untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan keadaan sekitar pula. Semakin mudah kita beradaptasi dengan keadaan sekitar, juga semakin mudah
Langganan:
Komentar (Atom)